Thursday, January 13, 2011

Temper Tantrum (Bagian 2) : Merespon Temper Tantrum

APA CARA TERBAIK UNTUK MENGHADAPI TEMPER TANTRUM PADA ANAK?
Jika anda bisa, berpura-puralah untuk tidak mengetahui bahwa si kecil sedang menghadapi Tantrum. Jika anda kehilangan kesabaran atau memberikan anak anda apa yang dia inginkan saat Tantrum, itu adalah kegagalan anda, dan anda malah mengajarkan bahwa Tantrum adalah cara yang efektif untuk mendapatkan sesuatu. Dan anda tidak menginginkan itu bukan.

Jika Tantrum terjadi di rumah, berpura-puralah bahwa anda tidak terganggu oleh anak anda. Setelah anak anda mulai tenang, katakanlah padanya bahwa sebenarnya anda mengetahui dan apa yang anak anda lakukan dan kemudian jelaskan kepada anak anda bahwa jika ia menginginkan sesuatu, katakanlah dengan kata-kata alih-alih mengamuk.


Jika Tantrum terjadi di tempat umum, membiarkannya sendiri masih bisa menjadi pilihan. Mungkin saat itu muka anda sudah memerah dikarenakan banyaknya orang-orang yang akan memerhatikan anda. Mereka pasti akan bersimpati kepada anak anda dan menyangka anda menyia-nyiakan anak anda. Untuk sementara biarkan anak anda hingga tenang alias kura-kura dalam perahu :D. Jika yang terjadi kemudian kemungkinan akan menyakiti diri anak anda, seperti mencoba meloncat dari troli atau hal lain yang membahayakan. Jauhkan anak anda dari "godaan" barang yang ada di depan matanya. Jika hal ini meredakan Tantrum anak anda, maka anda dapat meneruskan aktifitas anda. Namun jika tidak, maka pulanglah ke rumah. Meskipun anda harus meninggalkan troli belanjaan anda. Sesampainya dirumah, cobalah alihkan perhatian anak anda dan cobalah berbicara dari hati ke hati. Tanyakan apa sebenarnya keinginan anak anda.

APAKAH ANAK ANDA PERLU DIHUKUM KARENA TANTRUM?
Temper tantrum adalah sesuatu yang normal sebagai bagian dari perkembangan seorang anak. Daripada menghukum anak anda, lebih tepat lagi untuk menginatkan dia bahwa mengamuk (tantrum) tidaklah tepat. Kadang-kadang mengingatkan anak anda untuk menggunakan kata-kata sudahlah cukup. Untuk tantrum yang terjadi di depan umum dan menyebabkan anda harus menghentikan kegiatan anda, cobalah untuk rehat dan mengalihkan perhatiannya.

Saat mencoba masa rehat, dudukan anak anda di sebuah tempat yang membosankan -- seperti kursi di ruang tamu atau di lantai lorong rumah anda -- untuk beberapa saat, biasanya setiap menit untuk setiap tahun umur anak anda. Anda bisa berpura-pura untuk tidak melihat anak anda selama masa rehat tersebut, tapi tetap yakinkan keamanan anak anda. Jika anak anda sudah tidak betah dan mulai keluar dari tempat dudukya, segera tempatkan kembali anak anda ke tempat tadi. Ingatkan bahwa dia sedang ada di pojok hukuman dan waktu rehatnya belum habis, tapi jangan tawarkan perhatian lainnya. Dalam bahasa sederhana metode ini sering kita lihat di Nanny 911, dimana seorang anak ditempatkan di pojok hukuman hingga beberapa saat. Sebelum waktunya habis, kembalikan anak anda ke pojok hukuman tersebut dan ingatkan bahwa waktunya belum habis. Kemudian biarkan dia menghabiskan waktunya disitu.

KAPAN TANTRUM MENANDAKAN SESUATU HAL YANG SERIUS?
Kontrol diri anak anda akan semakin meningkat dengan bertambahnya usia, dan oleh karenanya maka tantrum akan semakin berkurang. Kebanyakan anak-anak mengakhiri tantrum nya di  usia 4 atau 5 tahun. Jika  anak anda telah melewati usia tersebut namun tantrum masih sering terjadi dan bahkan bertambah-tambah maka tidak ada salahnya anda menghubungi dokter anak anda. Ini mungkin adalah suatu tanda bahwa yang lain sedang terjadi dalam fisik atau psikologi anak anda. Sharing dengan dokter inipun akan membantu anda mendapatkan tips dan trik lain untuk menghadapi perilaku anak anda.

sumber : mayoclinic

Demikian semoga bisa membantu para orang tua yang kewalahan menghadapi Temper Tantrum anaknya.

No comments:

Post a Comment